Friday, July 4, 2014

Mutiara dari AL-Haflatul Kubro di Tambakberas Jombang (2014)


            Kenangan memang tidak untuk dilupakan, tetapi untuk di napak tilasi agar timbul rasa syukur. Meskipun napak tilas dilakukan ketika kita punya kesempatan dan tidak merupakan agenda wajib, tetapi kebiasaan ini sangat membantu dalam mempererat silaturrahim dan menambah wawasan. Banyak tokoh-tokoh besar nasional maupun internasional menggunakan napak tilas untuk mempererat hubungan diplomatik.
            Napak tilas sendiri berarti mempunyai kesamaan arti dengan silaturrhim tetapi maknanya lebih luas dan mengandung banyak perenungan. Napak tilas yang saya lakukan ketika saya menyempatkan untuk datang ke acara tahunan yang dilaksanakan oleh tempat belajar saya sama seperti santri-santri lainnya. Seperti ziaroh, sowan kepada pak kiai, nyangkrok dengan teman-teman dan ditutup dengan  melihat pengajian yang diadakan oleh pihak yayasan.
            Acara tahunan ini dinamakan Al-Haflatul Kubro kepanjangan dari hari ulang tahun pondok dan pesantren. Acara ini diadakan selama tiga hari, hari pertama dibuka dengan seribu rebana pada malam hari. Hari kedua dilanjutkan dengan penampilan gebyar seni santri, siang harinya ada sunatan masal dan donor darah kemudian malam harinya ditutup dengan pengajian.
            Pada pengajian kali ini, pihak yayasan Bahrul Ulum mengundang habib luthfi dari pekalongan. Tetapi beliau tidak hadir dan digantikan oleh habib jamal. Kenangan yang telah saya ukir selama delapan tahun telah membekas di lautan hati. Meskipun lama tidak melamunkanya, meskipun ombak dan agin terus menyerangnya mereka semua tidak akan bisa menembusnya kerena kenangan bermakna tersebut sudah aku simpan di dasar lautan hatiku. Jadi, siapa pun tidak akan mampu menghapuskannya, kecuali atas kemauanku sendiri.
            Sedikit ada rangkuman dari pengajian yang saya dapatkan di acara Haflah tahun ini beserta ada penambahan tulisan untuk menambah pemahaman.
K.H Irfan Sholeh
            Pondok pesantren tambka beras usdah ada sejak strategi dari prajurit diponegoro di rubah. Mengapa strategi ini di rubah?. Menurut sumber yang saya dapatkan, pengeran diponegoro menerima suara bathin bahwa perjuangan mereka harus di desentarlisasikan dan leih mengarah kepada edukasi, tidak sentralisasi dan jalur peperangan seperti saat ini. Singkat cerita, pada tahun antara 1825-1830 M di dusun tamkbakberas desa tembakrejo kecamatan jombang kabupaten jombang lokasi saat ini, berdirilah padepokan serba guna untuk mngajarkan ilmukedokteran, kanuragan, dan ilmu keagamaan. Pondok inilah cikal bakal dari pondok besar yang berada di kawasan jombang, seperti tambakberas, tebuireng dan denanyar. Embah syekhah itulah nama dari pendiri padepokan tersebut. Seratus tahun kemudian mimpi pengeran diponegoro tersampaikan dengan adanya pendirian organisasi kaum santri yang diberi nama Nahdlatul Ulama.
            Saat ini pondok pesanten Bahrul Ulum (Tambakberas) dibentengi oleh empaat makam. Mengapa kok ada istilah di bentengi tidak di batasi. Karena makam ini berfungsi sebagai benteng magis dan sekaligus sumber kekuatan spiritual dari pondok tambak beras. Maka tidak heran kalau kiai ifran sholeh pada kesempatan kali ini menyampaikan bahwa pondok Bahrul Ulum akan tetap ada sampai kaimat datang dengan catatan makam empat tetap ada.
            Makam empat adalah sebelah utara ada makamnya embah syekhah, embah wahab dan masyayikh lainnya, karena makam utara adalah makam pertama sekalligus lokasi pertama dari cikal bakal pondok Bahrul Ulum. Sebelah selatan ada makamnya embah chamid beserta durriyahnya. Embah chamid merupakan adik dari embah wahab Hasbullah. Sebelah timur ada makamnya embah Usman. Beliau merupakan menantu dari embah syekhah sekaligus kakek dari embah hasyim asy’ari. Sebelah tengah ada makamnya embah fattah hasyim. Beliau merupakan pendiri dari madrasah MMA enam tahun bahrul ulum tambak beras.
             “selama ada empat makam, saya yakin pondok tambakberas akan tetap ada, sampai yaumul qiayamah. Amiin ALLAH humma aminn,” ngendikani beliau.   (EDIT...)

K.H Hasib Wahab
            Keselamatan merupakan hal utama yang di cari oleh manusia, baik di dunia dan di akherat. semua agama didunia mempunyai amalan untuk menyelamatkan umatnya dari kecelakaan. Untuk saat ini, khususnya di Indonesia. Selamat saja masih kurang, perlu ditambah lolos. Yaa... lolos dari BUI. Asumsi ini khusus untuk pejabat dan pegiat parpol. “ngendikane kiai hasi untuk mendoakan mbaknya yang saat ini sedang menjabat wakil bupati jombang.”
Habib Jamal
1.      Ilmu ada dua macam, usfuri dan hakiki. Ciri-ciri ilmu usfuri adalah ilmunya bertambah tetapi prilakunya tetap atau malah merosot. Orang yang mendapatkan ilmu hakiki, ilmunya akan bertambah disertai semakin mulia ahlaknya.
2.      Prilaku umara tergantung dari prilaku ulama. Rusaknya ulama karena cinta dunia, termasuk harta benda.
3.      Yang dibutuhkan ulama untuk berdakwah hanya katakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah dengan cara NU.
4.      Kemudahan tergantung kepada niat. Niat itu bisa diwariskan. Seperti Kebesaran Pondok Pesantren Tambakberas karena keikhlasan niatnya para masayikh dahulu.
5.      Jabatan dunia ada batasnya sedangkan jabatan akhirat tanpa batas, selamanya akan dikenang.
6.      Peran rosul saat ini adalah muallim yang dengan ikhlas mengamalkan ilmunya.
7.      Luangkan waktu sedikit saja untuk mengajarkan Al-Quran, meskipun kepada anak kecil.
8.      Tanamkan dalam jiwa santri, bekerja untuk allah membuat hidup terjamin, dunia dan akhirat. Kelihatannya hal ini tidak masuk akal tapi ini nyata.
9.      Teori keberhasilan dakwah Wali Songo adalah siang tersenyum dengan manusia dan malam menangis kepada allah karena kwatir ilmunya tidak manfaat.
10.  Kamu harus bisa membedakan antara masyayikh dunia dengan masyayikh akhirat.    


No comments:

Post a Comment