Tuesday, October 21, 2014

Email, Blog, Fb, dan Twitter


Ayo Lee...
          “Hidupmu saat ini adalah eranya multimedia, mau tidak mau kamu harus bisa dan memanfaatkan multimedia itu, tidak hanya tahu tapi menguasai untuk memanfaatkannya, ngendikani pak Kiai.” So... mari berintropeksi diri sebetulnya apa sih manfaat dari multimedia yang mengitari hidup kita saat ini. Saat ini kita mau tidak mau hidup bersinggungan dengan teknologi yang serba canggih. Kemanfaatan dan kemadhorotan tergantung dari subjek yang mengunakannya. Teknologi ibarat mobil yang siap pakai. Mau dijalankan kemana dan kapan itu tergantung sopirnya. Mobil mau ditabrakkan atau diselamatkan mobil tidak merasakan sakit, yang merasakan sakit adalah penumpangnya.
          Sama halnya kecanggihan teknologi saat ini, kita gunakan untuk merusak sesuatu yang meresakan imbasnya adalah kita, diri kita, teknologi tidak merasakan. Karena creator di dunia ini adalah manusia. Manusia adalah wakil Tuhan di dunia. Yang merasakan adzab dari Tuhan juga manusia, meskipun hewan juga terkena tapi manusialah yang merasakan.

  Perjalanan  Teknologi
          Arus perkembangan dunia dalam bidang ilmu pengetahuan seakan-akan tidak bisa di bendung. Manusia sebagai Khalifatul Ardi berusaha untuk menemukan, meneliti dan memanfaatkan sebanyak mungkin yang mereka mau untuk peradabannya. Abad ke-16 di temukannya kompas, bubuk mesiu (meriam), dan mesin percetakan. Dengan adanya penemuan ini manusia Eropa menjadi pemangsa bagi bangsa-bangsa timur yang kaya akan sumber daya alam. Abad ke-17, ke-18, dan ke-19 kesemuannya adalah abad eksplorasi besar-besaran terhadap sumber daya alam. Dengan adanya ini kita bisa merasakan kecanggihan teknologi saat ini seperti mobil, pesawat, radio, televisi dll.
          Abad ke-20 dan ke 21 adalah abad perkembangan teknologi bidang cyber atau dunia maya. Dinamakan dunia maya karena wujud fisiknya tidak ada tapi ada, nisa kita lihat, kita dengar tetapi tidak bisa kita sentuh. Aneh memang tapi ini nyata. mulai dari bisnis, iklan, hubungan sosial, publikasi ilmu dll, semuanya termuat dalam satu sistem. Pengunaanya pun tidak ruwet kita tinggal menghidupkan laptop nyari jaringan internet dan mulailah kita memasuki dunia maya yang penuh kesemuan.
          Laptop seakan-akan sudah menjadi dunia kedua setelah dunia bumi yang kita tinggali saat ini. Banyak pekerjaan yang lebih efisien dan simpel di selesaikan dengan laptop. Sebuah alat banyak fungsi yang berukuran 10 sampai 14 inch. Sekarang keberadaannya sedikit demi sedikit tergantikan oleh alat yang lebih simpel, sebutlah tablet atau HP yang berukuran 4 sampai 6 inch. Itulah semuannya yang telah menggantikan dunia realitas manusia saat ini. Dunia dalam gengaman, nyata tapi semu. Kalau berbicara kemanfaatan memang banyak sebanyak kemadhorotannya juga. Kita lihat anak muda sekarang ini, berapa alat sosial media yang ia gunakan dalam sehari. Facebook, Twitter, Line, Whatsapp, BBM ini adalah sebagian sosial media yang lagi digandrungi era saat ini. 

Dunia Kita saat Ini
          Dunia kita adalah dunia tanpa batas ruang dan waktu. Batas kita adalah bahasa. Bahasa sebagai penyampai gagasan kita kepada orang lain. Untuk bisa sampai ke Arab Saudi kita tidak perlu naik kapal laut yang memakan waktu satu bulan cukup butuh waktu sembilan jam untuk sampai ke Arab Saudi. Untuk berhubungan dengan orang di dunia terjauh dari tempat kita tinggal saat ini pun tidak membutuhkan berhari-hari cukup beberapa menit sudah tersambung. Dunia tanpa batas ruang dan waktu. Semua bisa kita jangkau dengan cepat dan mudah asal kita tahu cara menggunakannya.
          Dengan media sosial yang ada saat ini kita bisa menerobos jarak yang membatasi ruang komunikasi kita. Kita bisa melihat, berbicara, dan kirim-kiriman tulisan dengan orang Eropa secepat kilat. Bahkan lebih cepat.
          Lagi-lagi kita tanyakan apa manfaat itu semua... kalau dengan teman yang sama, bahasan sama hanya berbeda media sosial saja, apa gunanya. Kalau memang hidup kita hanya untuk hura-hura dan tanpa harap di kehidupan setelah mati yaa tidak apa. Hidup ini pilihan.

Perjuangan Kita
          Pesan Kiai Muhtarom Ahmad, Gunakan kecanggihan teknologi canggih yang ada untuk berbagi ilmu, misalnya Blog. Ilmu yang sudah kau dapatkan tulis dan sebarkan melalui Blog jadi teman kita yang tidak membaca biar tahu, tambahnya. Perkembangan ilmu saat ini memang sangat cepat, apalagi ketika tidak adanya batas untuk mengaksesnya. Kita yang hidup di Indonesia bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai negara. Apapun informasi yang kita inginkan hanya dengan mengetik kata yang kita inginkan di Embah Google dan semuanya akan terjawab. Itulah manfaat teknologi yang harus kita manfaatkan.
          Akhirnya sementara ini media sosial yang layak kita pakai adalah email, blog, fb dan twitter. Hanya empat saja kuasai dan maksimalkan. Ok siap.

Selingan
Sobat... kamu kepingin studi ke USA atau Uni Eropa kan?, bahasa inggris tulismu sudah lumayan baikkan?. Coba pikirkan dan renungkan kembali apa yang akan kau perjuangkan untuk sampai kesana, untuk bertahan disana. Apa yang akan kau berikan kepada ras kulit putih disana. Apakah kau memperjuangkan untuk mimpi pribadimu ataukah mimpi bangsamu. Kamu masih percaya takdirkan, masih percaya sesuatu datang yang tidak kita rencanakan kan, kau masih percaya bisikan hatikan. Bila kau tidak percaya semua ini, silakan simpan mimpi-mimpimu kedalam kardus, biar habis dan hilang dimakan tikus. Tetapi bila kau percaya ini semua marilah kita melangkah bersama mewujudkan mimpi bangsa untuk era kita, era yang datang dua puluh tahun lagi. Marilah berbagi cerita dengan dulur Qiantum untuk sampai ke impian kita masing-masing. Persamaan tidak harus sama, Perbedaan tidak harus berbeda, kita SAMA dalam PERBEDAAN untuk merebut kejayaan Negara Kesatuan Maritim Republik Indonesia yang akan kita wariskan kepada generasi penerus kita
Selasa pon, 21 Oktober 2014

No comments:

Post a Comment