Ayo Lee...
“Hidupmu saat ini adalah eranya
multimedia, mau tidak mau kamu harus bisa dan memanfaatkan multimedia itu,
tidak hanya tahu tapi menguasai untuk memanfaatkannya, ngendikani pak Kiai.” So... mari berintropeksi
diri sebetulnya apa sih manfaat dari multimedia yang mengitari hidup kita saat
ini. Saat ini kita mau tidak mau hidup bersinggungan dengan teknologi yang
serba canggih. Kemanfaatan dan kemadhorotan tergantung dari subjek yang
mengunakannya. Teknologi ibarat mobil yang siap pakai. Mau dijalankan kemana
dan kapan itu tergantung sopirnya. Mobil mau ditabrakkan atau diselamatkan
mobil tidak merasakan sakit, yang merasakan sakit adalah penumpangnya.
Sama halnya kecanggihan teknologi saat
ini, kita gunakan untuk merusak sesuatu yang meresakan imbasnya adalah kita,
diri kita, teknologi tidak merasakan. Karena creator di dunia ini
adalah manusia. Manusia adalah wakil Tuhan di dunia. Yang merasakan adzab dari Tuhan juga manusia, meskipun hewan juga terkena tapi manusialah yang merasakan.
Perjalanan
Teknologi
Arus perkembangan dunia dalam bidang
ilmu pengetahuan seakan-akan tidak bisa di bendung. Manusia sebagai Khalifatul
Ardi berusaha untuk menemukan, meneliti dan memanfaatkan sebanyak mungkin yang
mereka mau untuk peradabannya. Abad ke-16 di temukannya kompas, bubuk mesiu
(meriam), dan mesin percetakan. Dengan adanya penemuan ini manusia Eropa
menjadi pemangsa bagi bangsa-bangsa timur yang kaya akan sumber daya alam. Abad
ke-17, ke-18, dan ke-19 kesemuannya adalah abad eksplorasi besar-besaran
terhadap sumber daya alam. Dengan adanya ini kita bisa merasakan kecanggihan
teknologi saat ini seperti mobil, pesawat, radio, televisi dll.
Abad ke-20 dan ke 21 adalah abad
perkembangan teknologi bidang cyber atau dunia maya. Dinamakan dunia maya
karena wujud fisiknya tidak ada tapi ada, nisa kita lihat, kita dengar tetapi
tidak bisa kita sentuh. Aneh memang tapi ini nyata. mulai dari bisnis, iklan,
hubungan sosial, publikasi ilmu dll, semuanya termuat dalam satu sistem.
Pengunaanya pun tidak ruwet kita tinggal menghidupkan laptop nyari jaringan
internet dan mulailah kita memasuki dunia maya yang penuh kesemuan.
Laptop seakan-akan sudah menjadi dunia
kedua setelah dunia bumi yang kita tinggali saat ini. Banyak pekerjaan yang
lebih efisien dan simpel di selesaikan dengan laptop. Sebuah alat banyak fungsi
yang berukuran 10 sampai 14 inch. Sekarang keberadaannya sedikit demi sedikit
tergantikan oleh alat yang lebih simpel, sebutlah tablet atau HP yang berukuran
4 sampai 6 inch. Itulah semuannya yang telah menggantikan dunia realitas
manusia saat ini. Dunia dalam gengaman, nyata tapi semu. Kalau berbicara
kemanfaatan memang banyak sebanyak kemadhorotannya juga. Kita lihat anak muda
sekarang ini, berapa alat sosial media yang ia gunakan dalam sehari. Facebook,
Twitter, Line, Whatsapp, BBM ini adalah sebagian sosial media yang lagi
digandrungi era saat ini.
Dunia Kita saat Ini
Dunia kita adalah dunia tanpa batas
ruang dan waktu. Batas kita adalah bahasa. Bahasa sebagai penyampai gagasan
kita kepada orang lain. Untuk bisa sampai ke Arab Saudi kita tidak perlu naik
kapal laut yang memakan waktu satu bulan cukup butuh waktu sembilan jam untuk
sampai ke Arab Saudi. Untuk berhubungan dengan orang di dunia terjauh dari tempat
kita tinggal saat ini pun tidak membutuhkan berhari-hari cukup beberapa menit
sudah tersambung. Dunia tanpa batas ruang dan waktu. Semua bisa kita jangkau
dengan cepat dan mudah asal kita tahu cara menggunakannya.
Dengan media sosial yang ada saat ini
kita bisa menerobos jarak yang membatasi ruang komunikasi kita. Kita bisa
melihat, berbicara, dan kirim-kiriman tulisan dengan orang Eropa secepat kilat.
Bahkan lebih cepat.
Lagi-lagi kita tanyakan apa manfaat
itu semua... kalau dengan teman yang sama, bahasan sama hanya berbeda media
sosial saja, apa gunanya. Kalau memang hidup kita hanya untuk hura-hura dan
tanpa harap di kehidupan setelah mati yaa tidak apa. Hidup ini pilihan.
Perjuangan Kita
Pesan Kiai Muhtarom Ahmad, Gunakan
kecanggihan teknologi canggih yang ada untuk berbagi ilmu, misalnya Blog. Ilmu
yang sudah kau dapatkan tulis dan sebarkan melalui Blog jadi teman kita yang
tidak membaca biar tahu, tambahnya. Perkembangan ilmu saat ini memang sangat
cepat, apalagi ketika tidak adanya batas untuk mengaksesnya. Kita yang hidup di
Indonesia bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan informasi dari berbagai
negara. Apapun informasi yang kita inginkan hanya dengan mengetik kata yang
kita inginkan di Embah Google dan semuanya akan terjawab. Itulah manfaat
teknologi yang harus kita manfaatkan.
Akhirnya sementara ini media sosial
yang layak kita pakai adalah email, blog, fb dan twitter. Hanya empat saja
kuasai dan maksimalkan. Ok siap.
Selingan
“Sobat... kamu
kepingin studi ke USA atau Uni Eropa kan?, bahasa inggris tulismu sudah lumayan
baikkan?. Coba pikirkan dan renungkan kembali apa yang akan kau perjuangkan
untuk sampai kesana, untuk bertahan disana. Apa yang akan kau berikan kepada
ras kulit putih disana. Apakah kau memperjuangkan untuk mimpi pribadimu ataukah
mimpi bangsamu. Kamu masih percaya takdirkan, masih percaya sesuatu datang yang
tidak kita rencanakan kan, kau masih percaya bisikan hatikan. Bila kau tidak
percaya semua ini, silakan simpan mimpi-mimpimu kedalam kardus, biar habis dan
hilang dimakan tikus. Tetapi bila kau percaya ini semua marilah kita melangkah
bersama mewujudkan mimpi bangsa untuk era kita, era yang datang dua puluh tahun
lagi. Marilah berbagi cerita dengan dulur Qiantum untuk sampai ke impian kita
masing-masing. Persamaan tidak harus sama, Perbedaan tidak harus berbeda, kita
SAMA dalam PERBEDAAN untuk merebut kejayaan Negara Kesatuan Maritim Republik
Indonesia yang akan kita wariskan kepada generasi penerus kita”
Selasa
pon, 21 Oktober 2014
No comments:
Post a Comment