Masak
hidup kayak gini sobat. Hidup di atas angan-angan saja. meskipun hidup hanya
sebuah khayalan kita harus cepat-cepat mengeksekusinya di dalam kehidupan
nyata. kita bisa menilai seseorang dari cara dia bergaul dan cara dia
berkomunikasi. Simpel atau ruwet, secara tidak langsung itu mengambarkan
kepribadiaanya. Di Ini hasil pengamatan sekilas sih, tapi boleh dicoba.
Kepribadian adalah sebuah unsur jiwa yang bisa dirubah dan dibangun. Dasar saya dalam hal ini adalah konsep umat islam mengenai hakikat manusia sejak lahir yang mengatakan manusia di lahirkan dalam keadaan seperti kertas putih. Kelanjutan dari kertas putih tersebut tergantung yang membawa kertas. Mau di corat-coret ataukah mau dilukis tergantung yang bersangkutan. Yang jelas setiap pilihan mempunyai konsekuen-konsekuen sendiri. Pembawa kertas dalam kehidupan manusia yang paling berpengaruh adalah lingkungan. Lingkungan akan membentuk kita. Sebelum kita dewasa lingkungan yang akan membentuk kepribadian kita adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolahan dan lingkungan persahabatan.
Setelah
semua fase kita lewati ada fase dimana kematangan akan membentuk kita dan kita
mulai menjadi mahluk super. Makhluk super ini sudah tidak terpengaruh lagi oleh
sesuatu yang berada diluar dirinya. Kalau diibaratkan dalam cerita-cerita kuno
sama semacam aladdin yang sudah mempunyai lampup ajaib.
Kita
mengetahui aladdin adalah tokoh fiktif yang ada dalam dunia khayalan saja.
tetapi kalau kita lihat dari perspektif yang berbeda kita sendiri sebetulnya
sudah menjadi aladdin sejak lahir meskipun tidak secara matang. Aladdin dengan
lampu ajaibnya bisa minta apa saja dan menyingkirkan apa saja yang diminta oleh
tuan aladdin akan segera kabulkan oleh jin penunggu lampu ajaib. Yang dilakukan
aladdin hanya mengosok-gosok lampu ajaib sebanyak tiga kali dan seketika apapun
yang diminta oleh tuan aladdin akan dikabulkan. Permintaan ini tidak mengenal
kata mustahil. Celakanya lampu milik aladdin bisa hilang, tidak selamanya
dimiliki aladdin. Manusia kalau mau sadar sebetulnya sudah mempunyai yang lebih
hebat dari lampu ajaib aladdin yaitu hati. Praktek pengunaanya pun sama tinggal
di gosok-gosok ke dada semua yang kita harapkan akan terwujud dikemudian hari.
Yaa di kemudian hari, dikemudian hari melalui mimpi dan motivasi kita.
Mimpi
dan motivasi kita dalam hidup bukan hal yang main-main apalagi sepele. Mimpi kita
adalah perwujudan kita dimasa selanjutnya. Maka dari itu mengapa ketika mas
darwis ketika ditanyai, mas gimana rasanya bisa menulis novel sebanyak 18?
Biasa aja, meskipun saya telah menulis novel 18 ketika saya krl solo-jogja
mereka juga tidak mengetahui siapa saya?, kebahagaiaan datang dari diri sendiri
bukan dari luar. Lampu ajaib yang ada dalam diri kita sendiri sebetulnya
berfungsi untuk menjadikan kita menjadi diri sendiri dengan terus meningkatkan
segala potensi yang ada dalam diri. Karena kita tahu manusia diciptakan dalam
berbagai potensi yang kesemuanya itu bersifat saling melengkapi.
Ketika
ada yang mengejek, merendahkan, bahkan menampar kita cukup kita mengosok-ngosok
hati dan tinggal tunggu saja reaksinya. Kita tahu isi dari lampu ajaib adalah
sesuatu yang abstrak dan tidak menentu. Tidak menentu maksudnya tidak semua
orang mempunyai isi kualitas yang sama. Isi kualitas ditentukan seberapa banyak
dia tirakat. Tirakat disini tidak dimaknai hanya berpuasa, sholat dan wiritan
tapi kita kembangkan lebih luas objeknya. Objek tersebut seperti tahan di
olok-olok, tahan di plokoto dan tahan dibenci ketika posisi kita benar. Hal ini
sudah di contohkan oleh Gus Dur. Seorang intelektual islam indonesia yang
berlatar belakang pesanten, ia mencontohkan bagaimana menghadapi dunia
sekarang.
Untuk
menjadi zuhud tidak harus dengan bertapa dan menjauh dari manusia, hal seperti
ini malah kurang cocok untuk penerapannya di kehidupan sekarang. Ada kata kunci
kehidupan dari Rosulullah “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling
bermanfaat”. Ini adalah senjata pamungkas, untuk menjalani kehidupan yang serba
kompleks dan abstrak saat ini. Mengenai contoh nyata sudah terbukti
kewaliaannya yaitu Gus Dur.
Ada
pepatah dari negeri seberang yang sudah berusia ratusan tahun yang berbunyi
masa untuk terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. tetapi bila
masa itu anda belum menanam supaya anda tidak menyesal kedua kalinya maka
menanam pohon kedua yang terbaik adalah saat ini. Tanpa menunda. Karena kita
tidak akan mau kecewa yang kedua kalinya saat 20 tahun akan datang.
Mas
Tere Liye juga berpesan berjuang saat ini yang paling efektif dengan tulisan,
boleh saja kita berdebat, berargumen tetapi yang efektif dengan tulisan. Maka
dari itu mumpung masih muda semangat menulislah, tanpa takut salah dan berani
merubah diri. Ia juga berpesan apapun alasan untuk menulis hukumnya sah. Tetapi
kualitas tulisan ditentukan oleh niatan, motivasi dan tujuan anda menulis. Ingin
jadi kaya, ingin terkenal, ingin jadi selebritis boleh melalui tulisan, tetapi
tulisan yang anda tulis tidak akan bertahan lama bila salah satu dari tiga itu
adalah niatan yang diiginin adik-adik. Mungkin sepuluh tahun, dua puluh tahun
dan paling nyampai tiga puluh tahun, setelah itu sudah. Karya kita tidak akan
dikenang lagi oleh orang lain. Kita lihat contoh karya ulama-ulama kita seperti
imam syafi’i, imam ghozali karya mereka sampai lebih dari satu abad tetap
dikaji dan memberi kemanfaatan kepada orang lain sampai sekarang.
Niatan
dalam menulis sangat menentukan kesemangatan dan kualitas tulisan kita. Niatan
yang terbaik menurut saya adalah semangat menebar kebaikan kepada orang lain,
cukup. Setelah itu anda harus menulis apapun yang anda sukai. Jangan sampai
anda malu dengan tulisan anda sendiri karena kalau anda malu dengan tulisan
anda sendiri gimana kalau ada orang lain yang membaca, pasti dia lebih malu
dari anda. Rumus berikutnya perlakukan menulis itu sebagai hobby, menulis anda
setiap hari dengan terus menerus sampai bosan tidak mau mngikuti kamu lagi. Dan
jangan ragu karena yang penting lakukan terbaik nanti hasil akan memberi anda
yang terbaik, pasti itu.
Rumus
berikutnya adalah topik tulisan apa saja boleh sama yang penting sudut pandang
yang berbeda. Kamu harus berlatih untuk melihat segala sesuatu dengan sudut
pandang yang berbeda, karena ini adalah senjatanya seorang penulis. Rumus dari
tulisan sejak nabi adam sampai kiamat adalah sama yang selalu berbeda adalah
sudut pandang. Orang akan mencari dan selalu ingin membaca sesuatu dari sudut
pandang yang berbeda.
Rumus
berikut adalah semua penulis membutuhkan amunisi. Amunisi di sini berupa
membaca, riset, pengamatan, pergaulan. Ketika kita berada di kantin yang sedang
antri banyak banget sebagian orang akan mengeluh, dan ini merupakan kesempatan
anda untuk mencari tahu dan ditanyai lebih lanjut, ini merupakan amunisi yang
membuat pikiran kita hidup dan terangsang ingin menulis.
Rumus berikutnya adalah kalimat
pertama adalah mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, menyelesaikannya lebih gampang
lagi. Banyak sekali permasalahan di dunia ini yang lebih indah tidak dengan
diselesaikan tapi menimbulkan pertanyaan lagi. Jadi, jangan kuwatir untuk
mengakhiri tulisan anda kalau memang itu dirasa memusingkan kepala. Banyak
novel saya yang memang belum selesai seperti Hafalan Sholat Delisa, sepucuk
angpau merah. Tetapi pembaca tidak akan tahu dan tidak mau tahu, hanya beberapa
saja yang mencari tahu. Yang penting jelas antara anda dan pembaca anda faham
akan yang anda sampaikan.
Gaya bahasa jangan dipaksakan
biarkan mengalir saja, nanti pada saatnya anda akan menemukan sendiri gaya
bahasa yang anda sukai. Karena tidak mungkin orang meneliti bahasa kita. Yang
penting karakter yang kita tulis jelas dan menyentuh. Dan kalimat pertama
adalah mudah anda tinggal menulis saja meskipun pada awalnya tidak ada
hubungannya sama sekali dengan tulisan anda.
Terakhir...
Saya priabadi mengucapkan terima
kasih kepada Mas Darwis “Tere Liye” yang berkenan membagi pengalaman menulisnya
kepada kita-kita semua. Semoga kita bisa menjadi penulis yang hebat minimal
seperti mas Darwis. Dan semoga semua amal perbuatan panjenengan bisa bermanfaat
dan berokah. Dan tidak lupa kepada sekolah mualimin yogya yang telah mengadakan
workshop kepenulisan ini. Tidak lupa kepada anggota QIANTUM, Aziz, karena
menerima ajakanku untuk mengikuti acara ini. Semoga kita semua bisa menjadi
penulis yang hebat dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
25
Mei 2014, Minggu
No comments:
Post a Comment