Sunday, May 25, 2014

Lampu Aladdin Tere Liye


            Masak hidup kayak gini sobat. Hidup di atas angan-angan saja. meskipun hidup hanya sebuah khayalan kita harus cepat-cepat mengeksekusinya di dalam kehidupan nyata. kita bisa menilai seseorang dari cara dia bergaul dan cara dia berkomunikasi. Simpel atau ruwet, secara tidak langsung itu mengambarkan kepribadiaanya. Di Ini hasil pengamatan sekilas sih, tapi boleh dicoba.
           
Kepribadian adalah sebuah unsur jiwa yang bisa dirubah dan dibangun. Dasar saya dalam hal ini adalah konsep umat islam mengenai hakikat manusia sejak lahir yang mengatakan manusia di lahirkan dalam keadaan seperti kertas putih. Kelanjutan dari kertas putih tersebut tergantung yang membawa kertas. Mau di corat-coret ataukah mau dilukis tergantung yang bersangkutan. Yang jelas setiap pilihan mempunyai konsekuen-konsekuen sendiri. Pembawa kertas dalam kehidupan manusia yang paling berpengaruh adalah lingkungan. Lingkungan akan membentuk kita. Sebelum kita dewasa lingkungan yang akan membentuk kepribadian kita adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolahan dan lingkungan persahabatan.
            Setelah semua fase kita lewati ada fase dimana kematangan akan membentuk kita dan kita mulai menjadi mahluk super. Makhluk super ini sudah tidak terpengaruh lagi oleh sesuatu yang berada diluar dirinya. Kalau diibaratkan dalam cerita-cerita kuno sama semacam aladdin yang sudah mempunyai lampup ajaib.
            Kita mengetahui aladdin adalah tokoh fiktif yang ada dalam dunia khayalan saja. tetapi kalau kita lihat dari perspektif yang berbeda kita sendiri sebetulnya sudah menjadi aladdin sejak lahir meskipun tidak secara matang. Aladdin dengan lampu ajaibnya bisa minta apa saja dan menyingkirkan apa saja yang diminta oleh tuan aladdin akan segera kabulkan oleh jin penunggu lampu ajaib. Yang dilakukan aladdin hanya mengosok-gosok lampu ajaib sebanyak tiga kali dan seketika apapun yang diminta oleh tuan aladdin akan dikabulkan. Permintaan ini tidak mengenal kata mustahil. Celakanya lampu milik aladdin bisa hilang, tidak selamanya dimiliki aladdin. Manusia kalau mau sadar sebetulnya sudah mempunyai yang lebih hebat dari lampu ajaib aladdin yaitu hati. Praktek pengunaanya pun sama tinggal di gosok-gosok ke dada semua yang kita harapkan akan terwujud dikemudian hari. Yaa di kemudian hari, dikemudian hari melalui mimpi dan motivasi kita.
            Mimpi dan motivasi kita dalam hidup bukan hal yang main-main apalagi sepele. Mimpi kita adalah perwujudan kita dimasa selanjutnya. Maka dari itu mengapa ketika mas darwis ketika ditanyai, mas gimana rasanya bisa menulis novel sebanyak 18? Biasa aja, meskipun saya telah menulis novel 18 ketika saya krl solo-jogja mereka juga tidak mengetahui siapa saya?, kebahagaiaan datang dari diri sendiri bukan dari luar. Lampu ajaib yang ada dalam diri kita sendiri sebetulnya berfungsi untuk menjadikan kita menjadi diri sendiri dengan terus meningkatkan segala potensi yang ada dalam diri. Karena kita tahu manusia diciptakan dalam berbagai potensi yang kesemuanya itu bersifat saling melengkapi.
            Ketika ada yang mengejek, merendahkan, bahkan menampar kita cukup kita mengosok-ngosok hati dan tinggal tunggu saja reaksinya. Kita tahu isi dari lampu ajaib adalah sesuatu yang abstrak dan tidak menentu. Tidak menentu maksudnya tidak semua orang mempunyai isi kualitas yang sama. Isi kualitas ditentukan seberapa banyak dia tirakat. Tirakat disini tidak dimaknai hanya berpuasa, sholat dan wiritan tapi kita kembangkan lebih luas objeknya. Objek tersebut seperti tahan di olok-olok, tahan di plokoto dan tahan dibenci ketika posisi kita benar. Hal ini sudah di contohkan oleh Gus Dur. Seorang intelektual islam indonesia yang berlatar belakang pesanten, ia mencontohkan bagaimana menghadapi dunia sekarang.
            Untuk menjadi zuhud tidak harus dengan bertapa dan menjauh dari manusia, hal seperti ini malah kurang cocok untuk penerapannya di kehidupan sekarang. Ada kata kunci kehidupan dari Rosulullah “sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat”. Ini adalah senjata pamungkas, untuk menjalani kehidupan yang serba kompleks dan abstrak saat ini. Mengenai contoh nyata sudah terbukti kewaliaannya yaitu Gus Dur.
            Ada pepatah dari negeri seberang yang sudah berusia ratusan tahun yang berbunyi masa untuk terbaik untuk menanam pohon adalah 20 tahun yang lalu. tetapi bila masa itu anda belum menanam supaya anda tidak menyesal kedua kalinya maka menanam pohon kedua yang terbaik adalah saat ini. Tanpa menunda. Karena kita tidak akan mau kecewa yang kedua kalinya saat 20 tahun akan datang.  
            Mas Tere Liye juga berpesan berjuang saat ini yang paling efektif dengan tulisan, boleh saja kita berdebat, berargumen tetapi yang efektif dengan tulisan. Maka dari itu mumpung masih muda semangat menulislah, tanpa takut salah dan berani merubah diri. Ia juga berpesan apapun alasan untuk menulis hukumnya sah. Tetapi kualitas tulisan ditentukan oleh niatan, motivasi dan tujuan anda menulis. Ingin jadi kaya, ingin terkenal, ingin jadi selebritis boleh melalui tulisan, tetapi tulisan yang anda tulis tidak akan bertahan lama bila salah satu dari tiga itu adalah niatan yang diiginin adik-adik. Mungkin sepuluh tahun, dua puluh tahun dan paling nyampai tiga puluh tahun, setelah itu sudah. Karya kita tidak akan dikenang lagi oleh orang lain. Kita lihat contoh karya ulama-ulama kita seperti imam syafi’i, imam ghozali karya mereka sampai lebih dari satu abad tetap dikaji dan memberi kemanfaatan kepada orang lain sampai sekarang.
            Niatan dalam menulis sangat menentukan kesemangatan dan kualitas tulisan kita. Niatan yang terbaik menurut saya adalah semangat menebar kebaikan kepada orang lain, cukup. Setelah itu anda harus menulis apapun yang anda sukai. Jangan sampai anda malu dengan tulisan anda sendiri karena kalau anda malu dengan tulisan anda sendiri gimana kalau ada orang lain yang membaca, pasti dia lebih malu dari anda. Rumus berikutnya perlakukan menulis itu sebagai hobby, menulis anda setiap hari dengan terus menerus sampai bosan tidak mau mngikuti kamu lagi. Dan jangan ragu karena yang penting lakukan terbaik nanti hasil akan memberi anda yang terbaik, pasti itu.
            Rumus berikutnya adalah topik tulisan apa saja boleh sama yang penting sudut pandang yang berbeda. Kamu harus berlatih untuk melihat segala sesuatu dengan sudut pandang yang berbeda, karena ini adalah senjatanya seorang penulis. Rumus dari tulisan sejak nabi adam sampai kiamat adalah sama yang selalu berbeda adalah sudut pandang. Orang akan mencari dan selalu ingin membaca sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.
            Rumus berikut adalah semua penulis membutuhkan amunisi. Amunisi di sini berupa membaca, riset, pengamatan, pergaulan. Ketika kita berada di kantin yang sedang antri banyak banget sebagian orang akan mengeluh, dan ini merupakan kesempatan anda untuk mencari tahu dan ditanyai lebih lanjut, ini merupakan amunisi yang membuat pikiran kita hidup dan terangsang ingin menulis.
            Rumus berikutnya adalah kalimat pertama adalah mudah, gaya bahasa adalah kebiasaan, menyelesaikannya lebih gampang lagi. Banyak sekali permasalahan di dunia ini yang lebih indah tidak dengan diselesaikan tapi menimbulkan pertanyaan lagi. Jadi, jangan kuwatir untuk mengakhiri tulisan anda kalau memang itu dirasa memusingkan kepala. Banyak novel saya yang memang belum selesai seperti Hafalan Sholat Delisa, sepucuk angpau merah. Tetapi pembaca tidak akan tahu dan tidak mau tahu, hanya beberapa saja yang mencari tahu. Yang penting jelas antara anda dan pembaca anda faham akan yang anda sampaikan.
            Gaya bahasa jangan dipaksakan biarkan mengalir saja, nanti pada saatnya anda akan menemukan sendiri gaya bahasa yang anda sukai. Karena tidak mungkin orang meneliti bahasa kita. Yang penting karakter yang kita tulis jelas dan menyentuh. Dan kalimat pertama adalah mudah anda tinggal menulis saja meskipun pada awalnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan tulisan anda.
            Terakhir...
            Saya priabadi mengucapkan terima kasih kepada Mas Darwis “Tere Liye” yang berkenan membagi pengalaman menulisnya kepada kita-kita semua. Semoga kita bisa menjadi penulis yang hebat minimal seperti mas Darwis. Dan semoga semua amal perbuatan panjenengan bisa bermanfaat dan berokah. Dan tidak lupa kepada sekolah mualimin yogya yang telah mengadakan workshop kepenulisan ini. Tidak lupa kepada anggota QIANTUM, Aziz, karena menerima ajakanku untuk mengikuti acara ini. Semoga kita semua bisa menjadi penulis yang hebat dan mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.


                                                                                                            25 Mei 2014, Minggu


No comments:

Post a Comment