Seremonial
Pembukaan Gadjah Mada Library Fair
Iringan
musik angklung dari Perhimpunan Mahasiswa Cilacap ikut memeriahkan pembukaan Gadjah
Mada Library Fair (GMLF). Pembukaan GMLF
dihadiri oleh rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M. Soc. Sc., beserta 50 tamu
undangan. Bertempat di Gedung Pusat Perpustakaan UGM, Senin (24/02), seremonial
acara pembukaan GMLF ini dilakukan
dengan pemotongan pita oleh Pratikno.
Setelah
pemotongan pita, acara dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi stand-stand
yang ada. Peserta stand yang mengikuti acara pembukaan GMLF berasal dari dalam maupun
luar UGM. Mereka terdiri dari penerbit buku dan komunitas masyarakat yang
berusaha memperkenalkan produk-produknya, diantaranya, e-book dan buku bacaan.
Seremonial
acara pembukaan GMLF ini ditunjukkan untuk para tamu undangan. Sedangkan acara
GMLF nantinya akan dibuka untuk umum. “GMLF akan dilaksanakan secara
berkelanjutan mulai 24 Februari sampai 1
Maret,” ujar Arif Surachman, SIP., MBA., selaku ketua panitia. Selama sepekan
akan dilaksanakan beberapa acara seperti
pameran, bedah buku, workshop,
seminar dan pemutaran film. “Semua acara di GMLF nanti gratis,” ungkap Arif.
Selain
itu, Arif juga mengatakan, acara ini nantinya akan berusaha mempertemukan
penyedia informasi dengan pengguna informasi. Tujuannya yaitu menjadikan perpustakaan
sebagai ruang bagi semua orang. ‘Sinergi dan Integritas sebagai Strategi
Penguatan Peran Perpustakaan’ merupakan tema acara ini. “Tema ini sesuai dengan
tujuan GMLF,” tambah Arif. Menurut Arif, perpustakaan tidak bisa berdiri
sendiri. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. “Maka dari itu, GMLF bekerja sama
dengan komunitas perpustakaan dan perpustakaan daerah,” ujar Arif.
Banyak
komunitas perpustakaan dan perpustakaan daerah yang berpartisipasi, meskipun GMLF
baru pertama kali diadakan. “Ini memang GMLF yang pertama, tetapi 1997 pernah
diadakan pameran perpustakaan yang mirip GMLF di Sekip Selatan,” jelas Arif. Ia
menambahkan, pada tahun itu, semua orang bisa mengunjungi dan merasa senang
dengan adanya pameran perpustakaan UGM.
Sedangkan
kini, manfaat GMLF juga dapat dirasakan oleh Indra Fatmoko, salah satu peserta
stand. “Manfaatnya banyak sekali dari acara ini, saya bisa menampilkan desain
saya,” ujar Indra. Salah satu pengunjung,
Jendro, juga mengatakan bahwa selama ini masyarakat kurang mengetahui manfaat dari
perpustakaan. “Semoga acara ini bisa membantu masyarakat mengetahui manfaat
perpustakaan,” ujar Jendro.
Meskipun
memberikan manfaat, acara ini masih memiliki kekurangan. “Karena cuma satu
bulan untuk persiapan, acara ini kurang maksimal,” jelas Arif. Namun, Arif juga
berharap agar pembukaan GMLF ini bisa sukses. “Semoga pembukaan GMLF sukses
supaya acara berikutnya bisa berjalan lancar,” pungkasnya. [Agdzhur Rimalsyam, Ahmad Yani]
No comments:
Post a Comment