Tuesday, March 4, 2014

Seremonial Pembukaan Gadjah Mada Library Fair   

            Iringan musik angklung dari Perhimpunan Mahasiswa Cilacap ikut memeriahkan pembukaan Gadjah Mada Library Fair (GMLF). Pembukaan GMLF dihadiri oleh rektor UGM, Prof. Dr. Pratikno, M. Soc. Sc., beserta 50 tamu undangan. Bertempat di Gedung Pusat Perpustakaan UGM, Senin (24/02), seremonial acara pembukaan GMLF  ini dilakukan dengan pemotongan pita oleh Pratikno.
            Setelah pemotongan pita, acara dilanjutkan dengan berkeliling mengunjungi stand-stand yang ada. Peserta stand yang mengikuti acara pembukaan GMLF berasal dari dalam maupun luar UGM. Mereka terdiri dari penerbit buku dan komunitas masyarakat yang berusaha memperkenalkan produk-produknya, diantaranya, e-book dan buku bacaan.
            Seremonial acara pembukaan GMLF ini ditunjukkan untuk para tamu undangan. Sedangkan acara GMLF nantinya akan dibuka untuk umum. “GMLF akan dilaksanakan secara berkelanjutan mulai 24 Februari sampai  1 Maret,” ujar Arif Surachman, SIP., MBA., selaku ketua panitia. Selama sepekan akan dilaksanakan beberapa  acara seperti pameran, bedah buku, workshop, seminar dan pemutaran film. “Semua acara di GMLF nanti gratis,” ungkap Arif.   
            Selain itu, Arif juga mengatakan, acara ini nantinya akan berusaha mempertemukan penyedia informasi dengan pengguna informasi. Tujuannya yaitu menjadikan perpustakaan sebagai ruang bagi semua orang. ‘Sinergi dan Integritas sebagai Strategi Penguatan Peran Perpustakaan’ merupakan tema acara ini. “Tema ini sesuai dengan tujuan GMLF,” tambah Arif. Menurut Arif, perpustakaan tidak bisa berdiri sendiri. Ada banyak faktor yang mempengaruhi. “Maka dari itu, GMLF bekerja sama dengan komunitas perpustakaan dan perpustakaan daerah,” ujar Arif.
            Banyak komunitas perpustakaan dan perpustakaan daerah yang berpartisipasi, meskipun GMLF baru pertama kali diadakan. “Ini memang GMLF yang pertama, tetapi 1997 pernah diadakan pameran perpustakaan yang mirip GMLF di Sekip Selatan,” jelas Arif. Ia menambahkan, pada tahun itu, semua orang bisa mengunjungi dan merasa senang dengan adanya pameran perpustakaan UGM.
            Sedangkan kini, manfaat GMLF juga dapat dirasakan oleh Indra Fatmoko, salah satu peserta stand. “Manfaatnya banyak sekali dari acara ini, saya bisa menampilkan desain saya,” ujar Indra.  Salah satu pengunjung, Jendro, juga mengatakan bahwa selama ini masyarakat kurang mengetahui manfaat dari perpustakaan. “Semoga acara ini bisa membantu masyarakat mengetahui manfaat perpustakaan,” ujar Jendro.
            Meskipun memberikan manfaat, acara ini masih memiliki kekurangan. “Karena cuma satu bulan untuk persiapan, acara ini kurang maksimal,” jelas Arif. Namun, Arif juga berharap agar pembukaan GMLF ini bisa sukses. “Semoga pembukaan GMLF sukses supaya acara berikutnya bisa berjalan lancar,” pungkasnya. [Agdzhur Rimalsyam, Ahmad Yani]
 

           





No comments:

Post a Comment