One Family One enterpreuner
“Cinta Tanah Air"
Mata
kuliah:sejarah filsafat cina modern
kontemporer
Dosen:
Drs.
Budi sutrisna M.Hum
Oleh
:
AHMAD
YANI FATHUR ROHMAN
(13/349465/FI/03809)
Seminar yang diadakan oleh fakultas
filsafat UGM yang bertempat diaula filsafat berlangsung seru dan menarik (3/3).
Seminar ini bertema one family one entrprener yang dipandu langsung oleh
pendirinya yaitu khoirussalim, alumni filsafat 1986. Acara ini sifatnya wajib
bagi mahasiswa tahun angkatan 2013, dalam acara juga terlihat bapak dekan dan
beberapa staff fakultas filsafat UGM.
Seminar ini mengingatkan sekaligus
membangkitkan rasa nasionalisme. Ia, salim bermimpi ketika indonesia berusia
satu abad, indonesia akan mengalami kebangkitan. Bangkit dalam segala bidang
terutama kemandirian ekonomi. Sistem pendididikan diIndonesia adalah buruk
kerena mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi hanya menyiapkan pengamat,
pekerja dan pengkritik ekonomi. Tidak ada yang menciptakan pelaku utama
ekonomi.
Dengan merintis dari awal menjadikan
persiapan lebih matang untuk menghadapi persaingan global. Hal ini sesuai
dengan ajaran dari konfucius, tentang hao dan chung tzu. Konfucius menekankan
agar setiap warga negara mempunyai jiwa-jiwa hao yang bisa bearti bakti kepada
orang tua dan negara. Kita pasti sudah mengenal kata-kata ini, untuk membangun
negara yang kuat dibutuhkan orang yang kuat dan tangguh, orang kuat dan tangguh
hanya dapat lahir dari keluarga yang harmonis yang mencintai keluarganya. Awal
dari timbulnya rasa nasionalisme adalah rasa ketentraman yang didapatkan
didalam keluarga.
Dua rasa tersebut harus berurutan,
ketentraman keluarga dulu baru berlanjut kepada ketentraman negara. Ketentraman
keluarga dapat terwujud apabila dalam diri anak ada rasa berbakti kepada orang
tua. Dari unsur negara yang terkecil ini kita mencoba untuk membangun kesadaran
nasionalisme. Nasionalisme memang bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan
apalagi dengan kultur budaya yang komplek seperti indonesia. Hal inilah yang coba untuk dapat diparaktekkan
dinegara indonesia. Dengan teori hao dari konfucius bangsa cina dapat menjadi
negara yang disegani didunia internasional.
Apakah bisa diterapkan teori hao
dari cina di indonesia..? bila melihat dengan bermacam-macamnya kultur yang ada
di indonesia sedikit banyak ada kemiripan dengan kultur bangsa cina. Bila ini
sudah dapat diterapkan, indonesia bukan hanya omong kosong lagi untuk bisa
menjadi negara yang disegani dikancah internasional. Karena jiwa-jiwa
nasionalisme dengan sendirinya akan terdapat dalam jiwa pemuda indonesia. Ketika
jiwa nasionalisme sudah tertancap dalam setiap warga negara, diharapkan akan
muncul manusia-manusia unggul. Manusia unggul dalam konfucius disebut dengan
chun tzu. Konfucius mensyaratkan chun tzu dengan dua arah, yaitu dengan proses
dan demokrasi intelektual. Proses menyangkut segala macam perbuatan untuk
mencapai sesuatu yang dianggap orang mulia. Ajaran konfucius bisa dikategorikan
sebagai ajaran yang rasionalis. Maka dari itu dia menyadari bahwa tidak ada
yang instan didunia nyata ini. Proses mau tidak mau harus dilaksanakan untuk
setiap individu sebagai hukum alam.
Setelah manusia berproses dengan
hukum alam, ia harus siap dengan persaingan terutama persaingan intelektual.
Dalam chun tzu intelektual menyakup dua hal, pendidikan dan etika atau
kepribadian baik. Keduanya harus seimbang untuk mewujudkan negara yang maju dan
makmur.
No comments:
Post a Comment